Begini Cerita Tim Sapu Angin ITS Menang Kejuaraan Asia

image
Surabaya - Tidak mudah bagi tim Sapu Angin ITS memenangkan ajang Shell Eco- Marathon (SEM) Asia 2016 di Filipina. Meski pada akhirnya menjadijuara, namun tim harus menyelesaikan protes dari perwakilan Eropa.



Ketua tim sapu angin ITS Rizkiardi Wilis Prakoso mengungkapkan bahwa kemenangan ini berkat kerja keras seluruh tim. Kemenangan ini
diraih di bawah tekanan protes yang dilakukan oleh perwakilan Eropa. Ajang SEM Asia 2016 ini dimulai pada Jumat (4/3/2016)-Minggu
(6/3/2016).

''Ada lima race yang kami jalani. Jumat ada satu race Sabtu ada dua race, dan Minggu ada dua race,'' ujar Wilis.

Pada Jumat, kata Wilis, tim Sapu Angin mencapai 301 km per liter, capaian yang melebihi rekor kejuaraan serupa di Eropa. Dan pada hari
Sabtu di race pertama di pagi hari, capaian tim Sapu Angin mencapai 290 km per liter. Namun capaian fantastis itu mendapat protes dari perwakilan
Eropa dengan alasan ban yang digunakan tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan.

''Mereka protes bahwa alur atau grip ban kami hanya ada di pinggir, tidak mencapai tengah ban,'' kata Wilis.

Tim sapu angin kesal karena ban itu juga digunakan di kejuaraan serupa sebelumnya. Namun setelah istirahat, salat, dan berdiskusi, akhirnya tim
lebih memilih meneruskan race yang ada. Karena hanya ada dua ban serep yang dibawa, tim terpaksa meminjam ban milik tim dari Universitas
Negeri Sebelas Maret (UNS).

Pada race ketiga masih di hari Jumat sore, tim sapu angin gagal finish (DNF). Tetapi tim yang terdiri dari tujuh mahasiswa ITS jurusan mesin
dan seorang dosen pembimbing itu tak menyerah. Pada hari Minggu di race pertama di pagi hari, tim mampu mencapai jarak 240 km per liter.
Dan race kedua di sore hari, tim Sapu Angin mampu mencapai jarak 249,8 km per liter.

''Capaiannya 249,8 km tetapi dibulatkan menjadi 250 km per liter,'' lanjut mahasiswa asal Purworejo tersebut.

Capaian 250 km per liter itu akhirnya menjadi capaian tertinggi di ajang tersebut. Tim Sapu Angin ITS menjadi juara dengan mengalahkan 113
peserta. Juara kedua diraih oleh tim dari UNS dengan capaian 136 km per liter.
(fat/iwd)

 

Sumber : http://news.detik.com/jawatimur/3160555/begini-cerita-tim-sapu-angin-its-menang-kejuaraan-asia