Pesawat Terlambat, Tim ITS Nyaris Gagal Ke Amerika

image
Setelah dilepas Rektor ITS pada Jumat (16/6) lalu, tim kapal cepat tak berawak Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Barunastra Nala V bergegas terbang menuju Amerika Serikat pagi hari ini (17/6). Namun tak disangka, perwakilan Indonesia pada ajang AUVSI 10th International Roboboat Competition (IRC) ini harus mengalami keterlambatan penerbangan.

Tim andalan ITS ini dijadwalkan akan transit di Kuala Lumpur hari ini (17/6) pukul 12.20 untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke New York dengan maskapai China Southearn pada pukul 18.00 waktu setempat. Namun nahas, maskapai AirAsia yang ditumpangi Tim Nala V mengalami kendala teknis sehingga mengalami keterlambatan enam jam.

"Perjalanan Surabaya-Kuala Lumpur yang seharusnya dijadwalkan berangkat pada pukul 08.40 WIB harus delay hingga pukul 14.00 WIB," ungkap Darwin Setiawan, anggota tim Nala V.

Keterlambatan itu menyebabkan lima punggawa tim, Ramadhan Muhammad Hakim, Muh Alif Farabi, Muhammad Reza Fahlovi, Aryo Nugroho, dan Muhammad Galih Ghafara tiba di Kuala Lumpur pada pukul 17.30 waktu setempat dan kehilangan penerbangan Kuala Lumpur-New York.

"Saat ini kami masih berupaya membeli tiket baru Kuala Lumpur-Doha-New York dengan maskapai Qatar Airways," lanjut Darwin. Pembelian tiket baru ini membuat tim panik sebab dana yang diperlukan cukup besar yaitu sejumlah 27000 RM atau setara Rp 86,4 juta.

"Kami telah memohon bantuan dari berbagai pihak terkait musibah ini," terang mahasiswa Departemen Teknik Sistem Perkapalan tersebut. Darwin berpesan, jika ada pihak yang berkenan memberikan bantuan, dapat disalurkan ke nomor rekening 900-00-1597758-1 Bank Mandiri atas nama Darwin Setiawan atau 0394737089 Bank BNI atas nama Adhi Duta Baskara. (saa/mis)