Waspadai Kecelakaan Kerja, BCC Perketat Aturan K3

image
Kenalkan desain konstruksi jembatan pada pelajar, Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS), Fakultas Vokasi ITS menggelar lomba Bridge Construction Competition (BCC) pada Sabtu (18/3). Meski menjadi bagian dari rangkaian acara D'Village edisi ketujuh, BCC sendiri telah ada lima tahun lebih dulu sebelum D'Village. Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ada yang baru dari BCC tahun ini.

"Yang membedakan dari BCC tahun lalu adalah peraturannya. Peraturan tahun ini lebih ketat," jelas Farchan Zulkifly, koordinator BCC. Pertama, diadakannya aturan taat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Jika aturan tersebut tidak dilaksanakan dengan baik, maka akan mengurangi poin.

"K3 kan untuk keselamatan peserta sendiri, jadi kalau terjadi kecelakaan juga mengurangi poin," imbuhnya. Yang dinilai adalah kelengkapan K3, kecelakaan ringan, dan kecelakaan berat. Dengan pengurangan masing-masing sebesar 10, 20, dan 30 persen.

Kedua adalah kesesuaian desain. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang membiarkan peserta merangkai langsung jembatan, tahun ini peserta diminta mengumpulkan desain rencana awal terlebih dahulu.

"Realisasi harus sesuai rencana. Jadi sebelum lomba sudah diminta mengumpulkan print out desain jembatannya dulu, dan gambar harus detail," papar mahasiswa angkatan 2015 tersebut. Jika realisasi tidak sesuai rencana awal, maka peserta akan didiskualifikasi. Sedangkan penilaiannya diambil dari kekuatan jembatan, ketepatan ukuran, efisiensi bahan, konsep perencanaan jembatan.

BCC sendiri merupakan lomba desain konstruksi jembatan yang diperuntukan bagi siswa SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia. Ada dua kategori dalam lomba ini. Yakni kategori aluminium dan kategori stik es krim. Keduanya merupakan jenis jembatan rangka batang dan dirangkai di Kampus ITS Manyar dengan waktu yang telah ditentukan panitia.

Lomba ini diikuti 153 tim dari seluruh Indonesia. Terdiri dari 128 tim dari kategori aluminium dan 25 tim dari kategori stik es krim. "Satu tim terdiri dari dua orang. Paling jauh dari Samarinda," ujar Farchan.

Mahasiswa asal Surabaya ini berharap BCC bisa lebih baik lagi tahun depan dan memiliki kategori baru. "Semoga peserta dari luar Jawa bisa berpartisipasi, kalau bisa dari Indonesia Timur," pungkasnya berharap. (mbi/mis)