Belajar Lebih Menyenangkan dengan Aplikasi YukBlajar

image
Perkembangan teknologi kerap memudahkan anak-anak untuk mengeksplorasi pengetahuannya. Namun sayangnya, masih banyak content yang tidak sesuai dengan kebutuhan belajar sang anak. Oleh karena itu, aplikasi yukBlajar besutan Ir Achmad Holil Noor Ali MKom, hadir sebagai media belajar yang sehat.

Lelaki yang akrab disapa Holil ini menjelaskan, ide pembuatan aplikasi  berawal dari anaknya yang mengalami kesulitan dalam belajar. "Anak-anak sekarang lebih sering menggunakan gadget daripada membaca buku,"  ujar Dosen Departemen Sistem Informasi ini kala diwawancarai ITS Online, Senin (13/2).

Untuk fitur aplikasi ini, Holil menyediakan tujuh fitur yang terdiri dari alur belajar, naskah, video, kuis, game, worksheet dan diskusi. Alur belajar sendiri merupakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang setiap guru wajib membuatnya di awal pembelajaran di kelasnya. Dengan adanya alur belajar, Holil berharap dapat menjadi pedoman guru dalam menyampaikan materi secara runtut.

Selanjutnya, pembelajaran dapat dilakukan menggunakan fitur naskah maupun video. "Uniknya, dalam pembelajaran media video, aplikasi YukBlajar sudah dilengkapi dengan sistem pengaman, sehingga guru tidak perlu khawatir siswanya menonton konten yang tidak layak," tuturnya. Tak hanya itu, video juga dilengkapi dengan snaps pilihan yang memudahkan pengguna untuk memilih bagian penting dari video yang ditonton.

Di akhir pembelajaran, guru juga bisa menggunakan fitur kuis, game, dan worksheet. Tujuannya yakni agar guru dapat menilai capaian belajar siswanya. Tak tanggung-tanggung, YukBlajar juga menyediakan forum diskusi yang memudahkan komunikasi antar pembelajar serta fasilitator dalam membahas materi.

Ketujuh fitur tersebut tersedia dalam setiap level. "Ada tiga level yang disebut dengan langit. Langit ini menunjukkan tingkatan pelatihan yang dilakukan oleh guru dalam pembuatan sumber belajar di aplikasi YukBlajar," ungkapnya.

Pembelajaran tersebut dimaksudkan agar guru dapat menambahkan referensinya sendiri dalam aplikasi. Mekanismenya cukup mudah, guru hanya perlu meng-copy link untuk disalin pada aplikasi yang digunakan sebagai bahan belajar. "Dengan begitu, pengguna tidak perlu mengunduhnya," tuturnya.

Sampai saat ini, Holil dan Tim YukBlajar telah melakukan beberapa kali pelatihan penggunaan YukBlajar kepada guru sekolahan. Terakhir, mereka menggelar pelatihan di SMP Islam Al Azhar 13 di Laguna Pakuwon Surabaya. "Ada beberapa tim guru yang hadir dari semarang, solo dan beberapa dari sidoarjo, mereka kami ajari cara membuat materi belajar di kelasnya untuk bisa diakses lewat www.yukblajar.com itu," jelasnya.

Hingga saat ini, aplikasi yukBlajar telah digunakan oleh 12 sekolah secara gratis. Dan telah diunduh oleh 300 pengguna lewat Google Play Android. "Saya merasa senang karena tujuan awal saya membuat aplikasi YukBlajar memang ingin berbagi dalam bidang pendidikan," tutupnya. (cha/akh)