Berkat Angger, Kini Kardus Bisa Naik Kelas

image
Kardus selama ini hanya dianggap sampah oleh kebanyakan orang. Namun, di tangan salah satu alumni ITS, Angger Diri Wiranata, barang bekas ini dapat disulap menjadi sesuatu yang lebih berkelas. Kisah unik ini diceritakan Angger dalam Talkshow Creativepreneurship, Minggu (4/12), Empire Palace, Blauran, Surabaya.



Angger mengaku telah 'jatuh cinta' pada kardus semenjak duduk di bangku kuliah. "Setiap mingu perkuliahan, kami dikenalkan pada berbagai material, misalnya kardus, kayu, besi dan sebagainya," ungkap alumnus Departemen Desain Produk Industri (Despro) ITS yang menyatakan diantara material tersebut, kardus menjadi pilihannya.

Produk pertama yang diciptakan oleh Angger dan timnya adalah sebuah kursi, yang sekaligus menginspirasi nama usaha mereka. "Kardus untuk duduk, disingkat Dus Duk Duk. Sesederhana itu, namun kita poles dengan branding yang kuat," papar pria berkacamata ini.

Branding yang dimaksud oleh Angger adalah dengan mempromosikan Dus Duk Duk pada tokoh-tokoh ternama. "Kardus ini image-nya sudah jelek, jadi harus didekatkan dengan yang baik-baik supaya padangan masyarakat dapat berubah," ujar Angger.

"Bukannya sombong, tapi kardus saya ini sudah pernah dipuji oleh Ibu Risma dan diduduki oleh Pakdhe Karwo," sentil Angger sontak mengocok perut audiens dalam acara bincang-bincang ini.

Beberapa hari setelahnya, nasib keberuntungan pun kian mendekat, Gubernur Jawa Timur atau yang bisa dikenal Pakdhe Karwo memesan satu set kursi dan meja belajar untuk anak-anak. "Saat itu beliau berkata kalau produk kita ini unik, kreatif dan perlu untuk dikembangkan lagi," kenangnya.

Tak sampai disitu, pesanan demi pesanan mulai mengalir. Di antaranya, pesanan untuk 2000 unit packaging dari bahan kertas kardus, furnitur berupa rak, meja belajar anak, serta furnitur untuk dekorasi butik dan hotel.

Menurutnya, jenis barang seperti furnitur ini bisa tahan satu hingga dua tahun. Selain memang terdapat teknik khusus dalam pembuatannya, timnya juga telah menyiapkan suatu cairan yang bisa membuat kertas kardus kedap air dan terlihat lebih kuat dan kaku.

Tak mau berhenti berkreasi, desain kursi Dus Duk Duk terus menerus diperbaharui setiap waktu. "Produk terbaru kami bahkan mampu menahan beban hingga 180 kg," tegas Angger.

Angger berharap, Dus Duk Duk mampu mengedukasi masyarakat bahwa kardus bisa dijadikan bahan alternaif untuk membangun kursi dan furnitur interior lainnya. "Kami ingin ngasih tau kepada masyarakat kalau sekarang kardus sudah naik kelas," tukasnya.(qi/riz)