Mahasiswa ITS Raih Gelar Inspiring Leader

image
Semangat untuk terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya mendorong dua mahasiswa ITS, Irfanda Odytia dan Nanda Puji Nugraha, mendaftarkan diri dalam ajang Nutrifood Leadership Award. Tak sia-sia, setelah bersaing ketat dengan ribuan mahasiswa seluruh Indonesia, keduanya pun resmi menyandang gelar Inspiring Leader, Senin (7/11) lalu.

Dijelaskan Irfanda, Nutrifood Leadership Award merupakan penghargaan bagi mahasiswa Indonesia yang memiliki potensi dalam bidang kepemimpinan. Meraihnya pun bukan perkara mudah. Ia dan Nanda harus melewati serangkaian proses seleksi, mulai dari seleksi berkas, audisi, Focus Group Discussion (FGD), hingga wawancara langsung dengan CEO Nutrifood.


"Saat audisi kami bermain beberapa leadership game dan diminta berpidato, jadi seperti pemilihan Putri Indonesia," jelas Irfanda seraya tertawa.

Proses seleksi panjang tersebut menghasilkan sepuluh mahasiswa yang dianugerahi gelar Inspiring Leader. Hebatnya, hanya ITS yang berhasil mengirim wakil lebih dari satu orang. "Dari ITS, hanya saya dan Nanda yang lolos ke tahap FGD dan alhamdulillah menang semua," ujar mahasiswa Teknik Industri ini.

Atas penghargaan tersebut, Irfanda dan Nanda pun berhak memperoleh kesempatan melakukan leadership adventure selama tiga hari ke suatu daerah di Indonesia guna mempelajari warisan budaya setempat. Bersama timnya, Irfanda mengunjugi Desa Nelayan Tanjung Binga Belitung.

Dalam kunjungannya, Irfanda sempat melakukan pengajaran kreatif dengan beberapa siswa sekolah dasar di Tanjung Binga. "Kami juga sempat berdiskusi dengan warga setempat. Hasilnya, kami akhirnya berinisiatif membangun sebuah tempat iconic di desa nelayan tersebut untuk meningkatkan daya tarik wisata desa," tutur mahasiswa asal Palembang ini.

Perjalanan tersebut, lanjut Irfanda, memberinya pelajaran untuk senantiasa bersyukur dan menyadari bahwa pemuda memiliki peran sangat penting bagi lingkungannya. "Selan itu, kami juga belajar tentang pentingnya menghargai budaya, layaknya pepatah dimana bumi dipijak, disana langit dijunjung," tutupnya.

Nanda Raih Most Inspiring Group
Sementara itu, Nanda berkesempatan mengunjungi Suku Boti, sebuah suku pedalaman di wilayah Nusa Tenggara Timur. Diceritakan Nanda, karena budaya yang masih dijaga dengan baik, Suku Boti sejatinya memililki potensi wisata yang besar. "Namun, sayangnya disana belum ada penerangan saat malam hari," ungkap mahasiswa Sistem Informasi ini.

Nanda dan timnya pun membangun sebuah proyek yang dinamai Cahaya untuk Boti. Mereka mengimplementasikan teknologi solar panel sehingga cahaya matahari di siang hari dapat dimanfaatkan untuk penerangan saat malam.

"Kami juga mewujudkan glowing forest yaitu membuat hutan disana indah saat malam hari, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata pula," jelas Nanda. Tak ayal, proyek tersebut mengantarkan Nanda dan timnya sebagai tim paling menginspirasi dalam Inspiring Adventure tahun ini. (ayi/hil)