Eksplorasi lingkungan di PPLH Seloliman dan Gunung Bromo jadi ajang mempererat kolaborasi FTEIC ITS dan Universiti Malaya.

Surabaya, FT-EIC ITS – Sebagai bagian dari rangkaian besar program INTERNATICS, mahasiswa Universiti Malaya, Malaysia, bersama mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mengikuti kegiatan eksplorasi lingkungan di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, Trawas, Mojokerto, serta Gunung Bromo pada 8–9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu komponen non-akademik penting dalam rangkaian program INTERNATICS, dengan fokus utama pada penguatan kesadaran lingkungan, pengenalan keindahan alam, serta budaya lokal Jawa Timur bagi para peserta dari kedua negara.
Pemilihan PPLH Seloliman dan Gunung Bromo sebagai lokasi kegiatan tidak dilakukan tanpa pertimbangan matang. PPLH Seloliman dipilih berdasarkan rekomendasi dari Wakil Dekan FTEIC ITS, mengingat lembaga ini dikenal sebagai pusat pendidikan lingkungan hidup yang telah lama berperan dalam edukasi konservasi alam di Jawa Timur. Sementara itu, Gunung Bromo dipilih karena keindahan alamnya yang ikonik, sekaligus menjadi destinasi dengan hasil voting terbanyak dari para peserta program. Melalui kedua lokasi ini, panitia berharap peserta dapat memperoleh pengalaman belajar langsung mengenai lingkungan, kekayaan alam Indonesia, serta nilai-nilai budaya yang menyertainya, sebagai pelengkap dari rangkaian kegiatan akademik yang telah mereka jalani sebelumnya di kampus ITS.
Kegiatan dua hari ini diikuti oleh 20 mahasiswa dari Universiti Malaya, didampingi oleh 20 mahasiswa ITS yang terdiri dari pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTEIC dan volunteer buddies. Para pendamping memegang peran penting dalam memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan luar kampus tersebut, mulai dari koordinasi perjalanan menuju Mojokerto, pendampingan selama aktivitas berlangsung di PPLH Seloliman, hingga menemani peserta melakukan pendakian di kawasan Bromo pada hari berikutnya.
Pada hari pertama, Sabtu 8 Agustus 2026, peserta mengikuti agenda di PPLH Seloliman yang meliputi eksplorasi alam sekitar dan Kampung Seloliman, kunjungan ke instalasi pembangkit listrik tenaga air skala kecil atau micro hydro power milik PPLH Seloliman, serta kegiatan bermain di sungai setempat. Melalui rangkaian aktivitas ini, peserta memperoleh pengetahuan baru mengenai berbagai jenis tumbuhan yang ada di kawasan tersebut, prinsip kerja micro hydro power sebagai salah satu bentuk pemanfaatan energi terbarukan, serta sejarah panjang terbentuknya PPLH Seloliman sebagai lembaga pendidikan lingkungan. Selain aspek pengetahuan, pengalaman ini juga memberikan kesan mendalam bagi peserta, yang mengaku merasa lebih dekat dan menyatu dengan alam setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Keesokan harinya, Minggu 9 Agustus 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pendakian menuju puncak sunrise point di Gunung Bromo. Melalui kegiatan hiking ini, peserta diajak merasakan langsung keindahan alam pegunungan yang menjadi salah satu ikon wisata Jawa Timur, sekaligus menikmati momen matahari terbit yang menjadi daya tarik utama dari kawasan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman fisik berupa pendakian, tetapi juga momen refleksi dan kebersamaan antara peserta dari kedua negara di tengah panorama alam yang menakjubkan.
Antusiasme mahasiswa Universiti Malaya selama mengikuti kegiatan di PPLH Seloliman dan Bromo terpantau sangat tinggi sepanjang dua hari pelaksanaan. Mereka mengaku merasa senang dan puas dapat melakukan berbagai aktivitas bersama di alam terbuka, mengenal lebih dekat lingkungan hidup di Indonesia, sekaligus menikmati momen refreshing di tengah padatnya rangkaian kegiatan akademik yang telah mereka jalani selama program INTERNATICS berlangsung.
Secara keseluruhan, kegiatan di luar kampus ini memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam memahami potensi Jawa Timur secara lebih komprehensif. Melalui edukasi langsung mengenai konservasi lingkungan, keanekaragaman hayati, serta pemanfaatan energi terbarukan lewat micro hydro power di PPLH Seloliman, ditambah dengan pengalaman menikmati keindahan alam Bromo, peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai kekayaan alam dan potensi wisata yang dimiliki Jawa Timur. Selain itu, kegiatan ini juga turut mempererat hubungan personal dan pemahaman lintas budaya antara mahasiswa Universiti Malaya dan ITS, sebuah nilai tambah yang tidak selalu dapat diperoleh hanya melalui kegiatan akademik di dalam kelas.
Ke depannya, panitia penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi pijakan awal bagi terbangunnya kolaborasi akademik maupun non-akademik yang berkelanjutan antara FTEIC ITS dan Universiti Malaya. Lebih jauh lagi, program ini diharapkan mampu mendorong para peserta untuk menjadi agen pembaru yang lebih peduli terhadap isu kelestarian lingkungan, sekaligus aktif mempromosikan potensi budaya dan alam Jawa Timur di tingkat internasional, sejalan dengan semangat INTERNATICS dalam membangun jejaring kerja sama global yang bermakna bagi kedua institusi.