GLC ITS Perluas Wawasan Global Mahasiswa Lewat Kelas Bahasa Jepang, Filipina, dan Vietnam Bersama Penutur Asli

Terbit pada

Rabu, 21 Oktober 2026

Oleh
meilisa@its.ac.id
30

Foto bersama pemateri internasional dari Vietnam, Filipina, dan Jepang bersama peserta serta panitia UKM IFLS seusai pelaksanaan Kelas 3 Bahasa Internasional di Gedung UPBG ITS, Rabu (7/10) (Sumber: Dokumentasi Panitia UKM IFLS)

Kampus ITS, GLC News — Unit Pusat Bahasa Global (UPBG) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berkolaborasi dengan Direktorat Kemitraan Global (DKG) ITS dan UKM ITS Foreign Language Society (IFLS) dalam rangka penyelenggaraan Kelas 3 Bahasa Internasional di Gedung UPBG ITS, yang dilaksanakan pada hari Rabu (7/10). Kegiatan yang menghadirkan kelas bahasa Filipina, Vietnam, dan Jepang secara paralel ini bertujuan membuka akses peningkatan keterampilan bahasa asing sekaligus memperluas wawasan budaya lintas negara bagi mahasiswa. Program yang memanfaatkan momentum International Staff Mobility (ISM) ini dihadiri oleh lebih dari 34 peserta yang terdiri atas anggota UKM IFLS serta mahasiswa ITS lainnya. Dalam skema kolaborasi ini, UPBG dan DKG bertindak sebagai penyelenggara utama, sedangkan UKM IFLS bertugas sebagai panitia pelaksana yang mengkoordinasikan aspek operasional dan moderasi kelas.

Pembelajaran interaktif ini diampu langsung oleh empat staf perguruan tinggi mitra asing. Kelas bahasa Vietnam diampu oleh Mr. Tra Cong Anh dan Ms. Tran Thi Ha dari Dong Nai Technology University, Vietnam, kelas bahasa Filipina dipandu oleh Ms. Hanzvic Clarisse B. Dellomas dari University of the Philippines Diliman, dan kelas bahasa Jepang diampu oleh Mr. Yoichi Hasegawa dari J. F. Oberlin University, Jepang.

Pengajar kelas bahasa Vietnam, Ms. Tran Thi Ha, mengungkapkan kegembiraannya saat berinteraksi dengan para peserta di ITS. “Para siswa sangat ramah dan perhatian; mereka selalu siap mengacungkan tangan untuk mencoba membaca kata-kata bahasa Vietnam. Kami sangat mengapresiasi usaha keras mereka.” ujarnya mengapresiasi. Rekannya, Mr. Tra Cong Anh, mengaku terkesan dengan keaktifan mahasiswa ITS di dalam kelas. “Ini pertama kalinya kami mengajar mahasiswa Indonesia secara langsung di ITS, dan respons antusias mereka sangat luar biasa,” tambahnya.

Kesan positif juga disampaikan oleh pengajar kelas bahasa Filipina, Ms. Hanzvic Clarisse B. Dellomas. Ia mengaku terkejut melihat tingginya keterlibatan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan. Menurutnya, kemiripan pelafalan dan aksen antara bahasa Tagalog dan bahasa Indonesia turut mempermudah mahasiswa dalam melatih frasa dasar. “Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini untuk membagikan bahasa kami kepada mahasiswa yang memiliki minat besar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa,” tuturnya.

Suasana pembelajaran saat Mr Tra Cong Anh dan Ms Tran Thi Ha dari Dong Nai Technology University menyampaikan materi kebudayaan Vietnam kepada para peserta dalam Kelas 3 Bahasa Internasional di Gedung UPBG ITS, Rabu (7/10) (Sumber: Dokumentasi Panitia UKM IFLS)

Sementara itu, pengajar kelas bahasa Jepang, Mr. Yoichi Hasegawa, mengaku sangat senang dapat berdiskusi dengan mahasiswa ITS yang sudah cukup familiar dengan kebudayaan Jepang. “Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi saya untuk belajar banyak hal dari interaksi budaya ini,” terangnya.

Ms Hanzvic Clarisse B Dellomas dari University of the Philippines Diliman (kiri) saat memandu para peserta dalam permainan Tama O Mali (Benar atau Salah) dan Mr Yoichi Hasegawa dari J F Oberlin University, Jepang (kanan) saat menyampaikan materi di Gedung UPBG ITS, Rabu (7/10) (Sumber: Dokumentasi Panitia UKM IFLS)

Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Bermutu (Quality Education), melalui pengenalan keragaman budaya (cultural diversity) serta pembentukan wawasan global (global citizenship) secara langsung dari penutur asli. Di samping itu, kolaborasi antara UPBG, DKG, UKM IFLS, dan tiga perguruan tinggi mitra luar ini memperkuat SDG poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals). Dalam konteks kebahasaan, penguasaan bahasa asing menjadi fondasi utama dalam international cooperation untuk meruntuhkan hambatan komunikasi dan memperluas jejaring kerja sama global secara berkelanjutan.

Semarak kegiatan ini diharapkan menjadi momentum berharga untuk mempererat sinergi internasional serta mendorong keberlanjutan program pembelajaran bahasa asing bagi seluruh sivitas akademika ITS.

 

Reporter: Satya Azka Aqilla
Redaktur: Unit Pusat Bahasa Global, ITS