Tentang
Terbit pada
Rabu, 30 September 2026

Surabaya, FTEIC ITS – Andi Ammarsyah Absan, Mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Departemen Teknik Biomedik angkatan 2024, berhasil meraih posisi 2nd Runner Up dalam ajang Pemilihan Duta ITS 2026. Grand Final dan penganugerahan Duta ITS 2026 diselenggarakan pada Kamis, 24 September 2026, bertempat di Hall Lantai 11 Research Center ITS.
Bagi Absan, pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk mengembangkan diri sekaligus membawa gagasan mengenai pentingnya komunikasi inovasi kepada masyarakat. Ketertarikannya mengikuti Duta ITS berangkat dari pengamatannya bahwa ITS memiliki banyak inovasi yang berpotensi memberikan manfaat luas, tetapi belum semuanya dikenal dan dipahami oleh masyarakat. Melalui peran sebagai Duta ITS, ia ingin membantu menjembatani dan menerjemahkan inovasi tersebut ke dalam komunikasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami.
Perjalanan Absan Menuju Grand Final
Perjalanan Absan dalam ajang Duta ITS 2026 dimulai dari tahap seleksi berkas. Tahap ini menjadi salah satu tantangan karena ia baru memutuskan untuk mendaftar pada masa extend, sehingga persiapan dilakukan di tengah masa liburan dalam waktu yang cukup terbatas. Setelah lolos ke 11 besar, peserta mengikuti penugasan video untuk mempromosikan sisi ITS yang masih jarang disorot. Absan memilih mengangkat Buggy Car ITS, yang sebenarnya dapat digunakan secara gratis, tetapi masih banyak mahasiswa yang belum mengetahuinya atau mengira bahwa layanan tersebut berbayar.
Absan kemudian mengikuti dua tahap wawancara, yang pertama oleh Unit Komunikasi Publik (UKP) dan psikolog, selanjutnya oleh Duta ITS dari periode sebelumnya. Setelah terpilih menjadi salah satu dari lima pasang finalis, Absan mengikuti masa pembekalan yang mencakup pelatihan public speaking, dance, hingga wawasan mengenai ITS. Menurutnya, Grand Final menjadi tahap yang paling menantang, terutama ketika ia mendapatkan satu-satunya pertanyaan berbahasa Inggris di antara kelima finalis. Dukungan keluarga, teman, dan penonton yang hadir secara langsung maupun melalui siaran YouTube menjadi dorongan baginya untuk memberikan penampilan terbaik.
Persiapan dan Dukungan dari Berbagai Pihak
Dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, Absan memperluas wawasan mengenai ITS sekaligus mengasah kemampuan public speaking. Pengalaman sebelumnya sebagai pembicara, moderator, dan aktif di depan kamera turut membantunya membangun kepercayaan diri dan kesiapan mental. Dari sisi penampilan, ia juga mulai lebih memperhatikan pola makan serta detail kerapian.
Persiapan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Absan mendapatkan dukungan dari keluarga, teman-teman satu angkatan di Teknik Biomedik, mahasiswa tingkat atas dan bawah, dosen, teman-teman Forum Daerah (Forda), teman sejak SMA, hingga berbagai kenalan sejak awal perkuliahan. Dukungan tersebut menjadi sumber semangat yang membuatnya semakin percaya diri dalam menjalani setiap tahapan kompetisi.
Tantangan yang Dihadapi
Tantangan yang dihadapi Absan selama proses kompetisi adalah melawan rasa takut dan insecure, terutama ketika melihat kemampuan dan pencapaian keempat finalis lainnya. Untuk mengatasinya, ia memilih berhenti membandingkan dirinya dengan orang lain dan mengalihkan fokus pada pengembangan diri. Ia menjadikan pencapaian orang lain sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
Membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, dan persiapan kompetisi juga menjadi tantangan tersendiri. Lingkungan yang suportif sangat membantunya dalam menjaga keseimbangan tersebut. Ketika tertinggal dalam perkuliahan, Absan aktif meminta catatan maupun materi kepada teman, sementara dalam organisasi ia terbantu oleh rekan-rekan yang mampu bekerja sama dan menyesuaikan pembagian tugas selama dirinya berfokus pada persiapan kompetisi.
Momen Haru saat Grand Final
Perjalanan menuju Grand Final menghadirkan sejumlah momen berkesan bagi Absan. Salah satunya adalah kebersamaan bersama sembilan finalis lainnya selama masa pembekalan hingga gladi Grand Final. Kebersamaan tersebut membuat para finalis semakin dekat dan membentuk hubungan layaknya keluarga baru bersama para Duta ITS dari periode sebelumnya serta tim UKP.
Momen lain yang tidak kalah berkesan terjadi setelah acara selesai. Absan awalnya mengira hanya akan ada sedikit pendukung yang hadir, tetapi ternyata banyak teman, mahasiswa tingkat atas dan bawah yang datang secara langsung. Ia juga mengetahui bahwa banyak teman lainnya mengikuti acara melalui kegiatan nonton bersama. Kejutan tersebut membuatnya merasa terharu dan semakin menyadari besarnya dukungan yang diberikan oleh orang-orang di sekitarnya.
Membawa Inovasi ITS Lebih Dekat kepada Masyarakat
Sebagai Duta ITS, Absan ingin melanjutkan misi awalnya untuk menjadi komunikator yang dapat menjembatani inovasi kampus dengan masyarakat luas. Ia ingin berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengemas karya dan inovasi mahasiswa, termasuk teknologi terapan dari berbagai fakultas, ke dalam bentuk konten digital atau kampanye dengan bahasa yang lebih populer dan mudah dipahami masyarakat awam.
Menurutnya, ITS tidak hanya perlu dikenal sebagai kampus teknik yang kuat, tetapi juga sebagai kampus inovatif yang dekat dengan masyarakat. Selain rencana tersebut, Absan bersama para Duta ITS lainnya juga sedang mempersiapkan berbagai kegiatan yang sejalan dengan misi untuk memperkenalkan potensi dan inovasi ITS kepada masyarakat secara lebih luas.
Pesan untuk Mahasiswa FTEIC
Kepada mahasiswa FTEIC yang memiliki ketertarikan untuk mengikuti ajang serupa, Absan mengajak mahasiswa untuk berani keluar dari zona nyaman. Menurutnya, keraguan terhadap kemampuan diri terkadang justru menjadi batas yang dibuat oleh diri sendiri. Ajang seperti Duta ITS bukan sekadar mengenai penampilan, tetapi juga menjadi wadah untuk belajar membawa diri, berkomunikasi, mengembangkan personal branding, dan menyampaikan gagasan kepada publik.
Ia juga menekankan bahwa berbagai inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa FTEIC membutuhkan komunikator yang mampu membantu menyampaikan manfaatnya kepada masyarakat secara lebih luas. Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk tidak ragu mengambil kesempatan ketika kesempatan tersebut datang. Keberanian untuk mencoba dapat menjadi langkah awal untuk menemukan potensi dan pengalaman baru yang sebelumnya mungkin belum disadari. (Humas – Ny)