Widyo Rulyantoko

Oleh afira September 9, 2026 Kategori: Berita Dilihat: 145

Widyo Rulyantoko merupakan alumni Teknik Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang menyelesaikan pendidikan sarjananya pada tahun 1997. Ia kemudian melanjutkan pengembangan kompetensinya melalui Graduate Certificate in International Marketing dari University of Leicester. Saat ini, ia menjabat sebagai Executive Director Hyundai Motor Asia Pacific dan berbasis di Jakarta, dengan tanggung jawab memimpin fungsi Human Resources, General Affairs, serta Health, Safety, and Environment (HSE) untuk kawasan Asia Pasifik yang mencakup Indonesia, Australia, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Perjalanan kariernya menunjukkan bahwa lulusan Teknik Kimia memiliki peluang untuk berkembang lintas disiplin hingga menempati posisi strategis dalam kepemimpinan korporasi.

Karier profesional Widyo dimulai melalui program management trainee di PT British American Tobacco (BAT) Indonesia. Meskipun pada awalnya mendaftar untuk divisi produksi, ia kemudian memilih untuk mendalami bidang pemasaran dan komunikasi hingga dipercaya menjadi Head of Brands. Ia juga sempat berkarier sebagai Marketing Manager di Danone Baby Nutrition sebelum kembali ke BAT untuk mengikuti program pengembangan kepemimpinan. Perjalanan tersebut membawanya pada peran sebagai Human Resources (HR) Business Partner untuk fungsi Marketing dan Sales, hingga kemudian dipercaya menjalankan peran regional sebagai Asia Pacific Regional HR Business Partner di Hong Kong selama dua tahun.

Sekembalinya ke Indonesia, Widyo melanjutkan kiprahnya sebagai HR Director Bentoel Group selama kurang lebih enam tahun. Karier kepemimpinannya kemudian berkembang ke tingkat global ketika ia dipercaya menjadi Global HR Director di Asia Pulp and Paper (APP) – Sinar Mas Group, dengan tanggung jawab mengelola sumber daya manusia di sekitar 11 negara, mulai dari Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, negara-negara ASEAN, India, Taiwan, hingga Timur Tengah. Pengalaman lintas fungsi, industri, dan wilayah tersebut membentuk perspektifnya bahwa seorang profesional, khususnya pemimpin, perlu memiliki pemahaman bisnis yang kuat agar setiap kebijakan dan keputusan yang diambil dapat memberikan kontribusi nyata bagi organisasi.

Bagi Widyo, perjalanan karier tidak lagi semata-mata tentang mengejar jenjang jabatan, tetapi tentang bagaimana memberikan dampak yang nyata dan bermakna. Ia menilai pendidikan Teknik Kimia di ITS telah membentuk pola pikir sistematis sekaligus mengajarkan kemampuan memahami situasi dan mengambil peran kepemimpinan secara kontekstual. Prinsip tersebut tercermin dalam konsep Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani yang mengajarkan pentingnya mengetahui kapan harus berada di depan, di tengah, maupun di belakang untuk memberikan kontribusi terbaik. Hingga kini, Widyo tetap memiliki keterikatan erat dengan ITS melalui keterlibatannya dalam berbagi pengalaman serta memberikan bimbingan kepada mahasiswa, khususnya dalam membangun kemampuan komunikasi yang efektif.

×