Program Kerja Strategis
Terbit pada
Jumat, 11 September 2026
Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. adalah alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang lahir di Gresik, Jawa Timur. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Teknik Elektro ITS, lalu melanjutkan studi magister dan doktor di Hiroshima University, Jepang. Setelah itu, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Robotika di ITS.
Sebelum memimpin Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Achmad Jazidie memiliki rekam jejak yang luas di tingkat institusi maupun pemerintahan. Beliau pernah menjabat Wakil Rektor ITS dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kepemimpinannya di Unusa dimulai tahun 2015 saat pertama kali dilantik sebagai Rektor, dan kini beliau menjalankan periode kedua untuk tahun 2020-2025.
Di bawah kepemimpinannya, Unusa berkembang pesat sejak resmi berdiri pada tahun 2013. Institusi ini berawal dari SPK (Sekolah Perawat Kesehatan), Akademi Keperawatan, Akademi Kebidanan, hingga Sekolah Tinggi Kesehatan, yang mulanya didirikan yayasan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di jaringan rumah sakitnya. Hanya dalam sepuluh tahun, Unusa meraih akreditasi “Unggul” dan masuk jajaran 100 Perguruan Tinggi Swasta terbaik di Indonesia. Saat ini Unusa memiliki 20 program studi, dengan Fakultas Kedokteran sebagai salah satu yang terfavorit.
Selain penjaminan mutu dan pencapaian akademis, Prof. Achmad Jazidie menerapkan kebijakan sosial yang humanis. Beliau menegaskan bahwa tidak boleh ada mahasiswa Unusa yang drop out karena kendala finansial. Untuk itu, Unusa mengupayakan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu melalui optimalisasi dana zakat dari sivitas akademika dan yayasan, serta kemitraan CSR dengan berbagai pihak. Mitra strategis seperti PT Pegadaian, Baznas, CT ARSA, PT Petikemas Pelindo, dan Yayasan Dana Sosial Alfalah turut memperkuat penyediaan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang kurang beruntung secara ekonomi.
Berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah, Unusa mengusung tagline untuk menyiapkan generasi yang rahmatan lil alamin sosok yang moderat, adil, dan seimbang. Prinsip inklusivitas ini diwujudkan dengan membuka pintu bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang agama dan wilayah, termasuk mahasiswa non-muslim hingga biarawati asal Timor Leste.
Ke depan, Unusa fokus pada internasionalisasi dengan memperbanyak jaringan mitra di ASEAN, memprioritaskan program pascasarjana, serta mendiversifikasi pendapatan, salah satunya melalui hilirisasi riset penjernih air di 100 pesantren di seluruh Indonesia.