Tidak semua perjalanan karier dimulai dengan mulus. Bagi Mohammad Ilham, S.T., alumni Departemen Teknik Komputer, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), titik balik justru datang setelah ia gagal menyelesaikan sebuah program pascalulus akibat alasan kesehatan. Di tengah masa sulit tersebut, ia memilih tetap menjaga hubungan dengan teman-teman kuliahnya. Keputusan sederhana itu membuka peluang yang tak pernah ia bayangkan—sebuah rekomendasi dari rekan alumni membawanya menapaki dunia konstruksi sebagai Document Control.
Meski berasal dari latar belakang Teknik Komputer, Ilham tidak ragu menerima tantangan baru. Ia mengawali karier di proyek Manyar Smelter Project milik PT Freeport Indonesia sebelum melanjutkan kiprahnya di PT Citec Engineering Indonesia. Sejak saat itu, kehidupannya selalu berpindah dari satu proyek ke proyek lain, mengikuti kebutuhan industri di berbagai daerah. Baginya, setiap proyek adalah ruang belajar baru yang menuntut kemampuan beradaptasi, ketelitian, dan kemauan untuk terus berkembang.
Bagi Ilham, kesuksesan tidak ditentukan oleh seberapa dekat pekerjaan dengan jurusan yang ditempuh, melainkan oleh keberanian untuk membuka diri terhadap peluang. Ia percaya bahwa pola pikir untuk terus belajar, mudah beradaptasi, dan menjaga relasi adalah bekal yang jauh lebih berharga dalam menghadapi dunia kerja. Kisahnya menjadi pengingat bahwa terkadang kesempatan terbaik hadir ketika seseorang berani melangkah di luar rencana yang pernah disusun.
Contact :
Moh.ilham2312@gmail.com