Program Kerja Strategis
Terbit pada
Jumat, 18 September 2026
Rahmandhika Firdauzha Hary Hernandha, akrab disapa Cak Ozha, lahir di Bojonegoro pada 9 Maret 1994. Ia menyelesaikan pendidikan sarjananya di Jurusan Teknik Material dan Metalurgi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), sebagai bagian dari angkatan 2012 (MT14). Di bawah bimbingan Prof. Agung Purniawan dan Dr. Yuli Setiyorini, ia menekuni konsentrasi Advanced Metallurgy and Biomaterials. Dari sinilah minatnya pada dunia material tumbuh dan kelak membawanya berkarier lintas negara.
Selepas lulus S1 pada 2016, Cak Ozha melanjutkan studi Magister ke National Central University (NCU) di Taoyuan, Taiwan, tepatnya di Institute of Materials Science and Engineering, lewat skema beasiswa kampus dan industri. Di Energy Storage and Green Chemistry Laboratory, dengan bimbingan Prof. Jeng-Kuei Chang dan supervisi tambahan Dr. Richard Wei dari Super Energy Materials, Inc., ia mendalami riset baterai Mg-ion dan Li-ion pada sistem elektrolit cair. Pengalaman akademik sekaligus industri inilah yang pada 2018 membawanya menempuh studi Doktoral di National Yang Ming Chiao Tung University, di Department of Materials Science and Engineering.
Pada jenjang doktoral, risetnya masuk ke wilayah yang lebih spesifik, yaitu nanoteknologi untuk pengembangan anoda baterai berbahan silikon. Dari sini lahir sejumlah kebaruan, mulai dari material nanosilikon berpelapis karbon (C/Si), komposit C/SiOx/Si, Si/Si₃N₄, hingga Si/SiN, serta pemanfaatan media supercritical CO₂ fluid untuk sintesis bahan, baik untuk baterai bersistem elektrolit cair maupun padat. Sepanjang 2016 sampai 2023, di sela studi dan pekerjaannya sebagai konsultan proyek R&D, ia aktif dalam proyek kolaborasi antarkampus dan antarnegara, termasuk kerja sama Taiwan-Jerman dan Taiwan-Amerika Serikat. Sejumlah penghargaan menyertai kiprah risetnya, di antaranya NYCU Student Outstanding Research Achievement Award pada 2022 dan 2023, CTCI Foundation Science and Technology Scholarships pada 2022, penghargaan The Excellent Work (佳作) di ajang Energy Storage Poster Competition YZU Taiwan 2021, serta peringkat keempat International Perstorp Focused Innovation Challenge 2015 dari 337 peserta yang berasal dari 62 negara.
Padatnya jadwal riset tidak membuat Cak Ozha menjauh dari kegiatan sosial. Selama di Taiwan, ia terlibat dalam pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia. Pada 2017 ia dipercaya menjadi Kepala PKBM PPI Taiwan, setara kepala sekolah untuk jenjang SD hingga SMA, hingga akhirnya melalui musyawarah ia ditunjuk sebagai Pembina Yayasan Pendidikan PPI Taiwan yang berbadan hukum dan menaungi PKBM tersebut, jabatan yang masih diembannya sampai kini. Bersama sang istri, sejak 2018 ia juga rutin memberi edukasi seputar material dan metalurgi. Kebiasaan itu berkembang menjadi komunitas edukasi bernama Materials Chat Room (MATCHA ROOM) pada 2020, yang hingga awal 2026 telah menginisiasi lebih dari 95 siaran diskusi daring dan bisa disaksikan gratis di YouTube.
Kini Cak Ozha berkarier di Belgia. Sepanjang 2024 hingga akhir 2025 ia menjabat Senior Cell Design Engineer sekaligus Solid State Battery Team Leader di AVESTA Holding, dan memenuhi seratus persen indikator kinerja pada 2025. Sejak awal 2026, ia dipercaya sebagai Battery Technology Project Leader di perusahaan yang sama, posisi yang memadukan pengalaman risetnya di laboratorium dengan kebutuhan industri baterai.
Dari posisinya sekarang, Cak Ozha berharap ITS dapat memperkuat kolaborasi konkret dengan berbagai institusi, baik nasional maupun internasional. Ia juga menekankan pentingnya menjaga koneksi dengan alumni di dalam dan luar negeri, sinergi yang menurutnya tidak cukup berhenti pada pengisian survei pemeringkatan kampus. Lebih dari itu, ia mendorong keterlibatan alumni dalam penyusunan kurikulum akademik agar lebih selaras dengan kebutuhan dunia kerja nasional maupun internasional, dan agar riset yang dihasilkan memberi dampak yang lebih luas.