Program Kerja Strategis
Terbit pada
Kamis, 1 Oktober 2026
Prof. Diana Purwitasari Pimpin FT-EIC ITS dengan Target Fakultas Rujukan Internasional
Prof. Dr. Diana Purwitasari, S.Kom., M.Sc. tidak asing dengan ITS. Ia masuk sebagai mahasiswa Teknik Informatika, lulus pada 2001, dan kini menjabat Dekan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FT-EIC) ITS untuk periode 2025-2029.
Selepas lulus sarjana, Diana bekerja sebagai programmer di InviSIA Caraka Informatika. Ia lalu kembali ke ITS dan menempuh jalur akademik. Gelar magister Computer Science ia raih dari Saga University, Jepang, pada 2009. Setelah itu ia mengelola Pusat Data dan Pelaporan di UPT Pusat Komputer ITS selama dua periode. Unit tersebut kemudian berubah menjadi Lembaga Pengembangan Teknologi Sistem Informasi (LPTSI).
Gelar doktor Computer Science ia peroleh dari ITS pada 2020. Sesudahnya Diana memimpin Laboratorium Algoritma dan Pemrograman, kemudian menjadi Wakil Dekan FT-EIC pada 2021-2024 sebelum diangkat sebagai dekan.
Sebagai dekan, Diana ingin FT-EIC menjadi fakultas rujukan bertaraf internasional. Ia mendorong riset yang berujung pada produk, memperluas kerja sama dengan kampus luar negeri, dan menerapkan Capstone Project dalam kurikulum. Lewat Capstone Project, mahasiswa mengerjakan solusi teknologi utuh, bukan sekadar tugas per mata kuliah.
“Kami ingin mahasiswa FT-EIC tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki soft skill yang dibutuhkan di dunia profesional,” tuturnya.
FT-EIC sendiri baru berdiri pada 2020. Fakultas ini lahir dari penggabungan Fakultas Teknologi Elektro dan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi, bagian dari program ID 4.0 yang dicanangkan Rektor ITS saat itu, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng. Saat ini FT-EIC punya enam departemen: Teknik Elektro, Teknik Komputer, Teknik Biomedik, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Teknologi Informasi. Jumlah mahasiswanya lebih dari 2.500 orang, dari jenjang S1 sampai S3.
Sejumlah karya lahir dari fakultas ini. Ada robot RAISA hasil kerja sama dengan Universitas Airlangga, Silaja ITS untuk rantai pasok jagung, mobil listrik i-Car, dan sistem pendeteksi kebocoran pipa air. Mahasiswa Sistem Informasi juga membuat Aither, penjernih udara yang memakai mikroalga.
Soal lulusan, angkanya cukup meyakinkan. Sekitar 90 persen alumni FT-EIC sudah bekerja dalam setahun setelah wisuda. Kira-kira 40 persen di perusahaan swasta, 30 persen di BUMN, dan 15 persen menjadi dosen. Total lulusannya sejauh ini 17.020 sarjana, 3.475 magister, dan 349 doktor.
Ditanya soal masa kuliahnya, Diana tidak menyebut nilai atau prestasi. Yang paling ia ingat justru teman-teman seangkatan.
“Pelajaran yang saya pegang hingga sekarang adalah bahwa jejaring hubungan bersama teman sangat penting dan sangat membantu,” ujarnya.
Pesannya untuk alumni FT-EIC sederhana: tetap terbuka pada perubahan dan terus belajar, karena dunia kerja bergerak cepat dan yang tidak mau beradaptasi akan tertinggal.