Program Kerja Strategis
Terbit pada
Selasa, 15 September 2026
Perjalanan hidupnya berawal dari kota pelabuhan yang riuh oleh aktivitas niaga dan deru mesin kapal. Ir. Anita Puji Utami, S.T., M.A.P., I.P.M. lahir di Surabaya pada 29 Desember 1972, tumbuh di lingkungan yang akrab dengan dunia teknik dan laut, latar yang tanpa disadari membentuk arah hidupnya. Pendidikan tingginya ditempuh di Jurusan Teknik Perkapalan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, tempat ia menempa logika, disiplin, dan ketangguhan berpikir sebagai seorang insinyur. Dari kampus ini pula ia mendapat keyakinan bahwa teknologi dan kemauan keras bisa menggerakkan perubahan.
Kariernya dimulai di PT Dharma Lautan Utama (DLU), salah satu perusahaan pelayaran nasional terkemuka. Di sana ia belajar memahami seluruh rantai kerja operasional perusahaan pelayaran dari bawah, mulai dari manajemen logistik dan pengelolaan armada kapal hingga bidang asuransi dan keselamatan pelayaran. Salah satu pengalaman paling berharga di masa awal kariernya adalah keterlibatannya dalam penerapan International Safety Management (ISM) Code, standar yang menuntut perusahaan memiliki sistem manajemen keselamatan yang terukur dan terdokumentasi. Dari kapal ke kapal dan dari pelabuhan ke pelabuhan, ia belajar arti tanggung jawab, ketelitian, dan kepemimpinan yang menjadi fondasi kariernya.
Momentum besar datang ketika ia bergabung dengan PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia (ASSI), galangan kapal di Bangkalan, Madura. Pada 2007, perusahaan induk tempatnya bernaung mengakuisisi galangan yang nyaris mati akibat manajemen dan budaya kerja yang salah arah. Bersama tim kecil, ia melakukan restrukturisasi total, dan langkah pertamanya bukan mengganti mesin melainkan mengubah pola pikir pekerja. Sistem dokumentasi dan audit diterapkan secara disiplin, standar keselamatan diperketat, dan pelatihan SDM dilakukan berkesinambungan hingga galangan itu bangkit menjadi industri berstandar keselamatan tinggi. Pada 2014 ia resmi diangkat sebagai Direktur Utama ASSI, dan di bawah kepemimpinannya perusahaan tumbuh menjadi salah satu galangan kapal nasional yang diakui karena profesionalisme, kepatuhan regulasi, serta inovasi di bidang keselamatan kerja.
Perjalanan kepemimpinannya di dunia asosiasi juga dimulai dari bawah, sebelum akhirnya memimpin di tingkat nasional. Ia lebih dulu aktif di Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) wilayah Jawa Timur, hingga pada 2022 dipercaya memimpin DPP sebagai Ketua Umum untuk periode 2022–2026. Di bawah kepemimpinannya, jumlah perusahaan anggota meningkat sekitar 30 persen hingga mencapai sekitar 265 perusahaan. Ia menempatkan asosiasi bukan sekadar forum diskusi, tetapi pusat penggerak nyata bagi pertumbuhan industri, dengan fokus pada pertumbuhan galangan kapal nasional, penguatan sumber daya manusia, dan pengembangan jejaring antarindustri.
Baginya, industri galangan kapal bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan napas panjang dari peradaban maritim Indonesia. Ia terus menjaga hubungan dengan almamaternya, ITS, dan mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri, antara lain melalui inisiatif Industry Advisory Board (IAB) agar kurikulum teknik selalu relevan dengan kebutuhan dunia nyata. Keyakinannya akan masa depan industri maritim ia rangkum dalam kalimat yang kini menjadi semacam mantra optimisme di kalangan pelaku industri, “Selama air laut masih asin, industri galangan kapal akan tetap hidup.”