Abdul Rokhim, S.Si

Oleh khalifagiri September 10, 2026 Kategori: Berita Dilihat: 3

Merupakan jurnalis senior dan praktisi media terkemuka yang saat ini memegang peranan strategis sebagai News Director Jawa Pos Media Televisi (JTV / JPM TV). Perjalanan intelektualnya berakar dari pendidikan Sarjana Statistika di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang diselesaikannya pada tahun 2000. Latar belakang keilmuan statistika memberikannya keunggulan analitis yang solid, ketajaman logika berpikir secara terukur, serta presisi tinggi dalam membaca pola data dan membedah fakta yang mana menjadi fondasi penting guna  memperkuat kedalaman perspektifnya di panggung media nasional.

Mengawali kiprah di ranah jurnalistik profesional pada tahun 2002 sebagai wartawan di Jawa Pos, dedikasi dan konsistensinya di garis depan peliputan membawanya menapaki berbagai posisi strategis redaksional. Pengalaman bertahun-tahun di lapangan serta kecakapannya dalam mengelola arus informasi menghantarkannya ke posisi puncak sebagai Pemimpin Redaksi Jawa Pos. Di posisi kepemimpinan tersebut, ia bertanggung jawab langsung atas arah kebijakan redaksi, penajaman sudut pandang liputan investigatif, serta standardisasi kualitas pemberitaan sebuah koran harian nasional bereputasi besar.

Seiring pergeseran lansekap industri media menuju format audiovisual dan multimedia, rekam jejak kepemimpinannya merambah ke dunia penyiaran dengan mengemban amanah sebagai Pemimpin Redaksi Jawa Pos Media Televisi (JTV). Kepercayaan tersebut berlanjut hingga ia diangkat menjadi News Director JTV (JPM TV) sejak tahun 2022. Dalam perannya ini, ia memimpin orkestrasi ruang redaksi, mematangkan format penyiaran berita visual, serta menyelaraskan strategi konten agar senantiasa relevan, dinamis, dan solutif bagi kebutuhan audiens di berbagai daerah.

Dalam menavigasi ruang redaksi di tengah pesatnya disrupsi teknologi informasi, Abdul Rokhim memegang teguh filosofi bahwa misi paling fundamental dari kerja jurnalistik adalah menjaga dan merawat kepercayaan publik. Di era ketika sensasionalisme dan banjir informasi kerap mengaburkan fakta, ia konsisten menegakkan disiplin verifikasi, etika penyiaran, serta independensi ruang redaksi. Baginya, kecepatan distribusi berita di platform digital tidak boleh mengorbankan akurasi dan integritas informasi yang disajikan kepada masyarakat.

Di luar aktivitas rutinnya mengawal dapur redaksi, ia juga aktif berkontribusi sebagai narasumber dan pembicara dalam berbagai seminar media, lokakarya jurnalistik, serta forum keprofesian. Melalui forum-forum tersebut, ia rutin berbagi wawasan mengenai adaptasi ruang redaksi di era kecerdasan digital, etika peliputan modern, dan pentingnya mencetak talenta jurnalis muda yang berintegritas. Sebagai salah satu figur alumni kebanggaan ITS, rekam jejaknya membuktikan bagaimana sinergi antara nalar analitis yang kuat dan komitmen etis mampu melahirkan kepemimpinan media yang kokoh dan berdampak luas.

×