Tentang Aktuaria
Terbit pada
Selasa, 20 Oktober 2026

Gambar 1 Foto Dosen, Mahasiswa & Perwakilan Nelayan
Kelurahan Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya, menjadi sasaran program Pengabdian Masyarakat oleh Departemen Aktuaria Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan sosialisasi ini secara khusus ditujukan untuk meningkatkan literasi perlindungan risiko melaut dan dihadiri oleh sekitar 60–70 nelayan setempat. Para peserta merupakan anggota dari empat Kelompok Usaha Bersama (KUB), yaitu KUB Udang Rebon, KUB Udang Ronggeng, KUB Bekutak, dan KUB Teripang.
Rangkaian kegiatan diawali dari kumpul persiapan di Aktuaria ITS pada pukul 09.30 WIB dan berlangsung hingga penutupan pada pukul 15.40 WIB di lokasi. Dalam dua sesi penyampaian materi yang disampaikan oleh Bu Ulil Azmi, S.Si., M.Si., M.Sc., nelayan diedukasi mengenai konsep dasar asuransi, pemahaman tentang risiko, dan pengenalan premi sebagai bentuk perlindungan untuk risiko di laut. Selain itu, tim juga memaparkan secara rinci mengenai program Asuransi Kecelakaan Diri Bagi Nelayan, mulai dari kriteria kepesertaan, manfaat pertanggungan (seperti santunan kematian, cacat tetap, dan biaya pengobatan), serta mekanisme pendaftaran dan alur pelaporan klaim secara tepat.
Sosialisasi ini disambut dengan sangat antusias oleh para nelayan yang aktif berdiskusi pada sesi tanya jawab, khususnya terkait detail skema dan alur klaim asuransi nelayan tersebut.
Selain memberikan edukasi, Departemen Aktuaria ITS juga menyerahkan bantuan dana secara langsung untuk mendukung masing-masing KUB. Sebagai tahapan evaluasi penutup pada pukul 15.25 WIB, tim membagikan kuesioner secara acak kepada para peserta. Pengisian kuesioner ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman nelayan sebelum dan sesudah dilakukannya sosialisasi, di mana hasil jawabannya didokumentasikan ke dalam rekapitulasi data literasi asuransi nelayan.
Antusiasme dan dampak positif dari kegiatan ini sangat terasa dari umpan balik yang beragam yang disampaikan para peserta melalui kuesioner. Berbagai saran dan pertanyaan lanjutan menunjukkan ketertarikan mereka yang tinggi terhadap program asuransi nelayan ini.
Bapak Adi Siswanto, salah satu nelayan dari KUB Udang Rebon, sangat mengapresiasi kehadiran akademisi dan berharap kegiatan edukasi semacam ini dapat lebih rutin diadakan. “Sering-sering saja kegiatan dari mahasiswa atau lembaga mana pun, karena itu menambah ilmu bagi nelayan, apalagi masalah kelautan,” tuturnya. Ia juga mengaku masih ingin mengetahui lebih lanjut mengenai detail aturan asuransi beserta batasan-batasan umurnya.
Senada dengan ketertarikan mengenai batas usia, Bapak Anang Purwanto dari KUB Udang Ronggeng juga menyoroti pentingnya asuransi bagi nelayan senior. Beliau memberikan saran yang spesifik agar ke depannya ada pembahasan tambahan mengenai “pemberdayaan asuransi nelayan untuk usia lanjut.”
Terkait dengan fleksibilitas dan proses administrasi, Bapak Handoko, yang juga berasal dari KUB Udang Ronggeng, berharap adanya kemudahan akses bagi nelayan. “Kefleksibelan mendaftar dan mengklaim asuransi, sekiranya tidak ada batasan waktu,” harapnya. Beliau juga menambahkan perlunya “sosialisasi untuk kelanjutan kegiatan sekarang, sekiranya ada tambahan dari kebingungan.”
Sementara itu, Bapak Abdul Rochim dari KUB Teripang menyoroti pentingnya langkah konkret pasca-sosialisasi, terutama terkait praktik proses klaim asuransi di lapangan. “Sebaiknya langsung mendaftar, dari ITS bisa mem-follow up lagi untuk pendaftaran asuransi dan kelanjutannya,” ungkap beliau penuh harap.
Dukungan terhadap keberlanjutan acara juga disetujui secara singkat oleh Bapak Syaiful Akbar dari KUB Bekutak yang berpesan untuk “adakan pertemuan seperti ini lagi.”
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim dari Departemen Aktuaria ITS berharap kesadaran para nelayan di Kelurahan Sukolilo Baru terhadap pentingnya manajemen risiko dan perlindungan asuransi dapat semakin meningkat. Mengingat profesi nelayan sangat rentan terhadap risiko kecelakaan di laut lepas, kepemilikan asuransi menjadi instrumen krusial untuk memberikan jaminan keamanan finansial bagi keluarga yang ditinggalkan maupun untuk biaya pemulihan jika terjadi insiden. Selain itu, hasil pengisian kuesioner dari para peserta akan dianalisis lebih lanjut sebagai bahan evaluasi dan acuan pengembangan program literasi keuangan di masa mendatang. Diharapkan pula, bantuan dana yang telah disalurkan kepada masing-masing Kelompok Usaha Bersama (KUB) dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung kegiatan operasional dan kesejahteraan nelayan setempat.