TEP ITS bersama Puskesmas Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak

Terbit pada

Kamis, 17 September 2026

Oleh
muhammadrifqinurramadani
30

Tim Kesehatan TEP 7 menyampaikan materi kepada peserta FGD kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Momi Waren, Manokwari Selatan, Rabu (19/8), untuk mendukung penguatan layanan setempat

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) ITS 2026 melalui Tim Kesehatan TEP 7 menggelar Focus Group Discussion (FGD) Kesehatan Ibu dan Anak bersama Puskesmas Momi Waren, Kabupaten Manokwari Selatan, Rabu (19/8). Pertemuan ini memetakan persoalan yang dihadapi ibu hamil dan kebutuhan penguatan layanan di kampung. Hasil diskusi menjadi bahan untuk menentukan dukungan yang sesuai bagi Puskesmas.

Peserta menelusuri layanan sejak awal kehamilan, pemeriksaan, persalinan, hingga rujukan. Diskusi mencatat bahwa pemeriksaan kehamilan sejak dini masih rendah. Transportasi, kondisi ekonomi, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS Kesehatan, keputusan keluarga, dan pemahaman tentang risiko turut memengaruhi akses ibu ke layanan kesehatan.

Pos pelayanan terpadu atau posyandu telah berjalan rutin hingga tingkat dusun. Namun, pelaksanaan Integrasi Layanan Primer masih membutuhkan dukungan. Kader masih memerlukan peningkatan kemampuan dalam pencatatan, pelaporan, dan penyampaian informasi kesehatan kepada warga.

Warga, kader, dan ibu-ibu setempat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Kesehatan Ibu dan Anak bersama Tim Kesehatan TEP ITS di Puskesmas Momi Waren, Kabupaten Manokwari Selatan.

FGD juga mencatat kebutuhan pelatihan Resusitasi Jantung Paru, peningkatan keterampilan bidan menggunakan ultrasonografi atau USG, konsultasi dengan dokter spesialis kandungan, serta ketersediaan reagen laboratorium. Tim juga menekankan pentingnya bahasa sederhana dalam edukasi agar informasi kesehatan lebih mudah dipahami dan diterapkan warga.

Tim Kesehatan TEP 7 dipimpin dr. Anak Agung Bagus Wirayuda. MSc., PhD. serta melibatkan Nurhalisa, Lutfi Amimah, Redha Alfin Nazmi, Friska Anggita Puspitasari, dan Sabrina Qurrotunnida. Bersama jajaran Puskesmas, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, tim mendengarkan kebutuhan setempat dan membahas tindak lanjut tanpa mengambil alih peran Puskesmas.

Kerja lintas pihak menjadi inti kegiatan ini. Dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), cara kerja tersebut terutama sejalan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, sementara fokus pada kesehatan ibu dan anak mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Perhatian terhadap hambatan ekonomi dan jaminan kesehatan berkaitan dengan SDG 1. Penguatan kader memberi kontribusi pada SDG 4, penggunaan teknologi kesehatan pada SDG 9, dan pemerataan layanan hingga kampung pada SDG 11. Kerja bersama ini diharapkan berlanjut sesuai kebutuhan Puskesmas dan masyarakat. (*)

Tim Kesehatan TEP 7 bersama jajaran Puskesmas Momi Waren dan peserta FGD dalam dokumentasi kegiatan di Manokwari Selatan, Rabu (19/8)