Delegasi FTEIC ITS Jalani Program Exchange ke Universiti Malaya, Perkuat Kolaborasi Internasional Lewat Internatics

Terbit pada

Jumat, 9 Oktober 2026

Mahasiswa FTEIC ITS kembali menjalin kolaborasi internasional. Kali ini lewat program pertukaran mahasiswa ke salah satu universitas terkemuka di Malaysia. Pengalaman ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan akademik dan budaya mahasiswa FTEIC di tingkat internasional.

 

Gambar : Delegasi FTEIC ITS saat mengikuti rangkaian kegiatan akademik di Universiti Malaya

Surabaya, FTEIC ITS – Delegasi Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS berkesempatan mengikuti program exchange ke Universiti Malaya (UM), sebagai bagian dari rangkaian program Internatics. Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai departemen di FTEIC, yaitu Teknik Elektro, Teknik Biomedik, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika.

 

Salah satu anggota delegasi, Muhammad Rizqi Fadhlurrahman, mahasiswa Teknik Telekomunikasi angkatan 2023, menjelaskan bahwa kunjungan ke Universiti Malaya ini merupakan bagian timbal balik dari program Internatics. Tahap pertama berlangsung di Surabaya, ketika 20 mahasiswa Universiti Malaya berkunjung ke ITS pada 2–12 Agustus 2026. Tahap kedua adalah kunjungan delegasi FTEIC ke Malaysia. Program ini melibatkan FTEIC ITS secara keseluruhan sebagai penyelenggara, Universiti Malaya sebagai tuan rumah, serta turut melibatkan Universitas Mataram (UNRAM). Selama di Malaysia, delegasi FTEIC juga bertemu dan mengikuti kegiatan bersama mahasiswa Universitas Mataram.

 

Menurut Rizqi, ketertarikannya mengikuti program ini berawal dari keinginan mewakili FTEIC ITS di tingkat internasional. Setelah mahasiswa Universiti Malaya berkunjung ke ITS dalam rangkaian Internatics, kunjungan ke Universiti Malaya terasa seperti kelanjutan yang wajar dari kerja sama kedua institusi. Ia ingin belajar langsung dari lingkungan akademik dan budaya di sana, sekaligus ikut mempererat hubungan antarinstitusi. Proses seleksinya diawali dengan mengisi link pendaftaran yang disebarkan, kemudian peserta dihubungi lebih lanjut oleh departemen terkait.

 

Selama program berlangsung, delegasi FTEIC mengikuti rangkaian kegiatan yang beragam, mulai dari sisi akademik hingga budaya. Dari sisi akademik, mereka mengikuti faculty tour (kunjungan ke fakultas) yang memberi gambaran tentang lingkungan belajar di Universiti Malaya, serta sesi materi interaktif bersama Dr. Dewi Kasturi mengenai Artificial Intelligence (AI) dan data management yang berkaitan dengan data science. Sesi tersebut dikemas secara interaktif menggunakan Quizizz (platform kuis daring) dalam format menyerupai perlombaan (race), sehingga konsep yang cukup teknis terasa lebih ringan dan mudah dipahami.

 

Salah satu insight paling berkesan bagi Rizqi dari sesi tersebut adalah bagaimana beberapa AI dapat dipadukan untuk mengolah data, yang hasilnya kemudian divisualisasikan dan disajikan melalui software Tableau (perangkat lunak visualisasi data). Wawasan ini menunjukkan bahwa AI tidak harus dipakai secara terpisah, melainkan dapat dirangkai menjadi alur kerja pengolahan data yang lebih efisien.

 

Dari sisi budaya, delegasi diajak mengunjungi Malaysia Tourism Centre (MaTiC), tempat pertunjukan cultural dance yang menampilkan tarian tradisional Malaysia. Mereka juga berkeliling Kuala Lumpur City Centre (KLCC), mengunjungi Pasar Seni, dan singgah ke Beryl’s Chocolate. Pihak Universiti Malaya turut menyambut delegasi FTEIC dengan hangat, didampingi para buddy (pendamping mahasiswa) yang menemani seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari faculty tour hingga kunjungan budaya. Rangkaian program ditutup dengan farewell party (acara perpisahan), ketika delegasi FTEIC berjoget bersama mahasiswa UNRAM dan para buddy dari UM di atas panggung, menjadi momen penutup yang berkesan bagi seluruh delegasi.

 

Selama program, delegasi FTEIC turut membangun relasi dengan mahasiswa Universiti Malaya dan Universitas Mataram. Proses membangun relasi dengan UM berjalan natural berkat pendampingan para buddy sejak faculty tour hingga kunjungan budaya. Sementara dengan UNRAM, kedekatan tumbuh karena mahasiswa ITS dan UNRAM dicampur dalam satu kelompok untuk mengerjakan tugas bersama, salah satunya lomba membuat video.

 

Dari sisi adaptasi, Rizqi mengaku tidak mengalami kendala berarti selama program berlangsung, terutama dari sisi budaya, berkat keramahan pihak Universiti Malaya, pendampingan para buddy, serta kedekatan budaya kedua negara. Meski begitu, program ini tetap memberi pembelajaran berharga, khususnya tentang cara bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang dari latar belakang kampus yang berbeda.

 

Melalui program exchange ini, Rizqi berharap pengalaman yang didapat dapat menjadi pijakan untuk terus berkembang, baik dalam kemampuan akademik maupun dalam berkomunikasi dan berjejaring lintas budaya. Ia juga berharap kerja sama antara FTEIC ITS dan Universiti Malaya terus terjalin dan semakin erat, serta semakin banyak mahasiswa FTEIC ITS yang mendapat kesempatan mengikuti program serupa di masa mendatang. (Humas-Sh)

×