Raih Juara 3 GBPC 2026, Tim Manifesteam FTEIC Usung Solusi Digital untuk Kesetaraan Kerja Disabilitas

Oleh shabrina Agustus 21, 2026 Kategori: Berita Terkini, Fakultas, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas Dilihat: 90

Berawal dari ide spontan, Tim Manifesteam FTEIC ITS berhasil raih Juara 3 GBPC 2026 dengan solusi digital Axara untuk talenta disabilitas.

Gambar : Tim Manifesteam FTEIC ITS Juara 3 GBPC 2026

Surabaya, FT-EIC ITS – Tim Manifesteam yang beranggotakan empat mahasiswa Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih prestasi membanggakan dengan menyabet Juara 3 dalam ajang Garuda Business Plan Competition (GBPC) 2026. Kompetisi rencana bisnis berskala nasional ini diselenggarakan oleh Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) bekerja sama dengan Garuda dan GRECO, dengan mengusung tema besar “Break the Limits: Unleashing Creative and Innovative Business Ideas to Shape the Future Economy.”

Perjalanan Tim Manifesteam bermula dari inisiatif salah satu anggotanya, Antoni, yang sejak awal telah memiliki gagasan bisnis namun belum memiliki rekan satu tim untuk mengikuti kompetisi tersebut. Berangkat dari ajakan tersebut, terbentuklah sebuah tim beranggotakan empat mahasiswa yang kemudian bersama sama mengembangkan gagasan awal tersebut hingga membawa mereka meraih penghargaan di tingkat nasional.

Dalam kompetisi ini, Manifesteam mengusung ide bisnis bernama Axara, sebuah platform digital end to end yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas dalam mencari pekerjaan, sekaligus menjembatani kebutuhan perusahaan dengan talenta difabel. Lebih dari itu, platform ini juga diposisikan sebagai instrumen pendukung bagi pemerintah dalam mengimplementasikan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Ide awal ini sebenarnya sudah dimiliki Antoni sejak sebelum tim terbentuk. Kami hanya menyempurnakannya lewat beberapa kali brainstorming hingga akhirnya menjadi konsep platform end to end seperti sekarang,” ujar Akhtar, salah satu anggota Tim Manifesteam, saat diwawancarai.

Selama proses persiapan, tantangan terbesar yang dihadapi tim tidak terletak pada pengembangan gagasan bisnis, melainkan pada upaya mengoordinasikan waktu di antara para anggota. Di tengah masa liburan semester, keempat anggota tim memiliki kesibukan yang berbeda beda, sebagian tengah menjalani program magang, sementara sebagian lainnya berdomisili jauh dari lokasi diskusi.

“Yang paling susah itu menemukan waktu yang pas untuk kami berempat diskusi bareng, apalagi kami masing masing punya kesibukan sendiri di masa liburan ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, tim juga sempat diliputi keraguan saat memasuki babak penyisihan, menyusul adanya pandangan bahwa penerapan kecerdasan buatan dalam konteks bisnis dianggap hanya sebagai gimmick semata. Namun keraguan tersebut justru menjadi pemantik bagi tim untuk semakin memantapkan konsep bisnis mereka pada babak babak selanjutnya.

Dalam sesi presentasi di hadapan dewan juri, Manifesteam menerapkan strategi penyampaian yang ringkas dan terstruktur, dengan materi presentasi yang hanya memuat poin poin utama beserta data pendukung, sementara penjelasan naratif sepenuhnya dikuasai oleh masing masing anggota tim melalui pemahaman yang mendalam terhadap konsep bisnis yang diusung.

Keberhasilan meraih Juara 3 menjadi pencapaian yang tidak terduga bagi tim, mengingat GBPC 2026 merupakan kompetisi business plan pertama yang mereka ikuti.

“Kami tidak menyangka sama sekali karena ini pertama kalinya kami ikut lomba business plan. Keputusan ikut lomba ini pun sebenarnya cukup spontan,” ungkap perwakilan tim tersebut.

Melalui rangkaian GBPC 2026, tim Manifesteam memperoleh berbagai pembelajaran berharga dalam pengembangan bisnis, di antaranya pemahaman terhadap regulasi pemerintah, identifikasi permasalahan yang hendak diselesaikan, strategi mempertahankan daya saing di pasar, penentuan target pasar yang tepat, hingga penciptaan diferensiasi produk.

Ke depannya, tim Manifesteam berharap konsep bisnis Axara dapat direalisasikan secara luas oleh berbagai pihak guna mendukung terwujudnya kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas di dunia kerja.

“Kami berharap ide bisnis ini bisa direalisasikan oleh siapa saja, tidak harus kami, supaya bisa membantu teman teman disabilitas menerima hak yang setara. Untuk yang lain, coba saja dulu. Lolos atau tidak dipikir belakangan, yang penting maksimalkan potensi yang ada di masing masing kalian,” pungkasnya menutup wawancara.

×