Tentang
Terbit pada
Kamis, 5 November 2026
FTEIC ITS , Malaysia – Penguatan ekosistem inovasi dan komersialisasi hasil riset menjadi salah satu langkah strategis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Training UTM–ITS STELLAR yang diikuti oleh 19 delegasi ITS selama dua minggu pada November 2026 di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Malaysia. Menariknya, empat delegasi di antaranya merupakan perwakilan Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS, yang terdiri atas tiga dosen dan satu tenaga kependidikan.

Ketiga dosen FTEIC tersebut adalah Yurid Eka Nugraha, S.T., M.Eng., Ph.D., Yogantara S. Dharmawan, S.Kom., MBusProcessMgt., dan Arta Kusuma Hernanda, S.T., M.T. Sementara itu, perwakilan tenaga kependidikan adalah Rio Tria Hardhitya, S.ST. Keterlibatan keempat delegasi ini menjadi wujud kontribusi FTEIC dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang tata kelola inovasi, pengembangan riset, serta hilirisasi dan komersialisasi hasil penelitian.
Program UTM–ITS STELLAR merupakan inisiatif kolaborasi antara ITS dan UTM yang berfokus pada penguatan ekosistem sains dan teknologi, kepemimpinan kelembagaan, serta percepatan hilirisasi dan komersialisasi hasil riset perguruan tinggi. STELLAR merupakan singkatan dari Science and Technology Ecosystem Leadership for Acceleration and Research Translation. Program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan kelembagaan melalui pendekatan solusi implementatif guna membangun ekosistem inovasi yang lebih kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dalam implementasinya, UTM–ITS STELLAR memiliki tiga pilar utama. Pertama, Institutional Governance, yang berfokus pada penguatan tata kelola kelembagaan, meliputi mandat, struktur, kebijakan, serta manajemen kinerja Technology Transfer Office (TTO). Kedua, Research Translation, yaitu upaya mendorong hasil penelitian agar dapat diterjemahkan menjadi aplikasi praktis melalui penilaian teknologi (technology assessment) dan komersialisasi. Ketiga, Innovation Ecosystem, yang diarahkan pada penguatan keterhubungan antara riset perguruan tinggi, keterlibatan industri, kewirausahaan, dan pengelolaan Techno Park. Ketiga pilar tersebut menjadi landasan untuk mengubah berbagai tantangan kelembagaan menjadi solusi implementasi nyata.
Pemilihan UTM Malaysia sebagai lokasi pelatihan tidak terlepas dari hubungan kerja sama dan kolaborasi yang telah terjalin erat antara ITS dan UTM. Kedua perguruan tinggi terus membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan, penelitian, inovasi, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Melalui program Training UTM–ITS STELLAR, kolaborasi tersebut semakin diperkuat dengan memberikan kesempatan kepada delegasi ITS untuk mempelajari secara langsung pengalaman dan praktik baik UTM dalam membangun ekosistem riset, inovasi, serta komersialisasi teknologi. Sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di tingkat dunia, UTM menjadi mitra strategis bagi ITS dalam memperluas wawasan dan mengembangkan praktik pengelolaan inovasi berstandar internasional.
Selama dua minggu pelaksanaan pelatihan, para delegasi ITS mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang berfokus pada tata kelola riset dan komersialisasi hasil penelitian. Salah satu fokus utama pembelajaran adalah pengelolaan Technology Transfer Office (TTO), yaitu unit atau mekanisme kelembagaan yang berperan menjembatani hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan industri maupun masyarakat. Melalui pembelajaran ini, peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pengelolaan kekayaan intelektual, penilaian potensi teknologi, transfer teknologi, hingga proses hilirisasi dan komersialisasi hasil riset.
Tidak hanya melalui pembelajaran di dalam kelas, program ini juga memberikan pengalaman langsung melalui kegiatan benchmarking ke berbagai fakultas serta fasilitas Science Technopark UTM Malaysia. Para delegasi berkesempatan mengamati praktik pengelolaan riset, pengembangan teknologi, kolaborasi dengan industri, serta strategi komersialisasi inovasi yang diterapkan di lingkungan UTM. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pengetahuan sekaligus referensi bagi ITS dalam mengembangkan tata kelola inovasi yang semakin terintegrasi dan berorientasi pada implementasi.
Salah satu pusat pembelajaran utama dalam program ini adalah Innovation and Commercialisation Centre (ICC) UTM, yang dipimpin oleh Director of the Innovation and Commercialisation Centre, Prof. Madya Ts. Dr. Noor Azurati Ahmad. ICC UTM menjadi salah satu pusat pembelajaran strategis bagi delegasi ITS untuk memahami peran kelembagaan dalam menghubungkan hasil penelitian akademik dengan kebutuhan pasar, sekaligus mendorong terciptanya produk dan teknologi yang memiliki nilai tambah, baik dari sisi teknologi, ekonomi, maupun manfaat bagi masyarakat.

Dalam rangkaian kegiatan di ICC UTM, para delegasi juga mendapatkan sambutan serta pemaparan Program Overview UTM–ITS STELLAR yang disampaikan oleh Encik Muhammad Arif Bin Harun dan Puan Siti Asma Binti Abd Latif. Pemaparan tersebut memberikan gambaran mengenai latar belakang, tujuan, arah pengembangan, serta ruang lingkup program, termasuk penguatan tata kelola kelembagaan, percepatan hilirisasi hasil riset, dan pembangunan ekosistem inovasi yang melibatkan perguruan tinggi serta industri.
Keikutsertaan tiga dosen dan satu tenaga kependidikan FTEIC ITS dalam program ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara unsur akademik dan tenaga kependidikan dalam membangun tata kelola inovasi yang lebih terintegrasi. Penguatan ekosistem inovasi tidak hanya membutuhkan kualitas penelitian dan pengembangan teknologi, tetapi juga dukungan tata kelola kelembagaan, administrasi, pengelolaan informasi, serta sistem layanan yang mampu mendukung keberlanjutan proses inovasi.
Melalui program Training UTM–ITS STELLAR, ITS dan UTM Malaysia terus memperkuat kolaborasi internasional dalam membangun ekosistem inovasi perguruan tinggi yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada hilirisasi hasil riset. Bagi FTEIC ITS, keterlibatan empat delegasi dalam program ini menjadi kesempatan strategis untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang dapat dikembangkan lebih lanjut di lingkungan fakultas. Dengan demikian, partisipasi ini tidak hanya menjadi pengalaman pembelajaran internasional, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata FTEIC dalam mendukung transformasi ITS menuju perguruan tinggi berkelas dunia yang mampu menghasilkan inovasi berdampak bagi masyarakat dan industri.(Humas-Sh)