webmail  
fmipa fti ftsp ftk ftif pasca sarjana pens ppns










It is not how much money you make that ultimately makes you happy. It is whether or not your work fulfills you (anonymous)
Kaget, Sistem Lomba Aburobocon Berbeda
18 Agustus 2012 00:10:22
Tim robot ITS kini tengah dalam melajut perjuangan ajang Asia Pasific Broadcasting Union Contest (Aburobocon) 2012 di Hong Kong. Sabtu (18/8), running test telah digelar untuk persiapan perlombaan yang dimulai Minggu (19/8). Ada perbedaan sistem dengan Kontes Robot Indonesia (KRI) yang dimenangkan oleh ITS satu bulan lalu. Drawing, atau pemetaan para kompetitor melalui undian dilakukan sebelum running test digelar.
Hong Kong, ITS Online - Running test, yaitu percobaan dan simulasi sebelum lomba hanya digelar satu hari penuh sebelum lomba berlangsung keesokan harinya. Namun prosesnya dilakukan tiga kali. Yakni dua kali running test bebas oleh masing-masing tim secara mandiri dan satu kali running test simulasi lomba.

Tim robot ITS telah berangkat menuju tempat lomba sejak pukul tujuh pagi untuk memulai running test. Setelah sampai di tempat perlombaan, setiap tim yang terdiri dari enam orang dan satu dosen pembimbing mendapatkan gelang dari panitia. Gelang tersebut merupakan penanda khusus bagi para peserta lomba. ''Tim support atau observer tidak dapat masuk ke dalam arena perlombaan,'' jelas Tegar Palyus Fiqar, salah satu anggota tim robot.

Sebelum simulasi dan percobaan dilakukan, tim harus membongkar dan merakit ulang robotnya. Masing-masing tim memiliki pit stop sendiri untuk setiap robot. Menurut Tegar, tim robot ITS membutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk membongkar-pasang robot RI-NHO.

Menjelang pendaftaran untuk simulasi bebas, tim robot ITS dikagetkan oleh sistem perlombaan Aburobocon berbeda dengan KRI. Di Indonesia, penentuan pemetaan kompetitor dilakukan setelah simulasi. Hal ini karena pemetaan tersebut didasarkan pada poin-poin hasil running test, dari yang tertinggi hingga terendah.

Namun, rupanya di kancah internasional ini, undian peserta yang menentukan sistematika berlaga. ''Sangat berbeda dengan KRI di Indonesia dulu,'' tandas mahasiswa jurusan Teknik Elektro ini.

Undian ini menentukan pembagian peserta dam beberapa grup. Enam grup yang dihasilkan diidentifikasi melalui penggunaan huruf abjad A hingga F. Masing-masing grup berisi dua hingga tiga tim. Hasil undian meletakkan Indonesia di grup F bersama dengan Vietnam. Dalam grup terakhir ini, hanya ada dua tim.

Pengukuran robot dilakukan sebelum running test pertama. Dimensi keseluruhan robot mulai dari tinggi, berat, dan tegangan saat beroperasi diamati. Hasil pengukuran tersebut harus sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan Aburobocon 2012.

RI-NHO melalui pengukuran tanpa banyak kendala. Begitu pula ketika melaksanakan percobaan dan simulasi, baik pada saat tes bebas maupun simulasi bersama Vietnam. ''Seperti biasa running test digunakan untuk kalibrasi sensor, lapangan, dan sebagainya,'' paparnya. (fin/lis)
Kirim komentar Anda:
Jumlah komentar: 1 (Lihat komentar)

Nama :
Email :
Tanggapan :
Masukkan kode di atas (Not Case Sensitive)   :